Lakukan Sekarang !

•25 Maret, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memulai sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan bicaranya pun terkadang sulit dipahami, akibatnya menunda-nunda waktu untuk memulai. Kesempatan-kesempat an kecil untuk memulai sesuatu dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga. Memulai sesuatu bukanlah barang mudah. Termasuk memulai sebuah pekerjaan. Apalagi jika kita pernah menjalani pekerjaan lain sebelumnya. Memulai dari nol merupakan sebuah langkah yang sangat berat. Walau pepatah bilang bahwa orang yang sukses itu adalah orang yang selalu mampu bangkit ketika terjatuh, namun dalam implementasi hal itu sangat sulit dan komplek. jika seseorang itu sudah berpengalaman dan memiliki tekad dan keyakinan baja untuk terus maju maka hal itu bisa kita buat sebagai momentum untuk melakukan sesuatu atau merubah sesuatu. Memulai sesuatu sama dengan melakukan sesuatu yang baru atau melakukan perubahan ,ternyata berubah itu tidak mudah. benar kata orang, perubahan itu sesuatu yang cenderung akan dihindari oleh kita, apalagi jika sebelumnya dalam status quo kita cenderung untuk menjadi enak dan tidak disusahkan. kita terlalu menikmati zona nyaman kita, dan pada saatnya kita harus berpindah atau keluar dari zona nyaman, seketika kita akan cenderung untuk menolak atau enggan, ataupun jika kita memang sudah keluar dari zona nyaman itu, kita cenderung untuk menikmatikenyamanan yang kita miliki. kita semua sesungguhnya memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan atau melakukan sesuatu, dan itu dapat dimulai dengan langkah tanpa biaya: merubah cara pandang. Kita semua mampu, tapi tidak semua mau. Perubahan dan memulai sesuatu yang baru adalah hal yang tidak bisa dielakkan lagi. Jika kita memiliki kemampuan untuk beradaptasi, maka kita tidak begitu kesulitan membaca perubahan-perubahan yang sedang terjadi dan bagaimana menyikapi perubahan-perubahan itu dengan kreatif. Berani,kesediaan mengambil resiko gagal. terkdang kita selalu menunda-nunda akan apa yang akan kita kerjakan, malah hal itu lah yang membuat kita terkadang tidak berbuat apa-apa Jika kita hidup hari ini ibaratkan sebuah buku, maka buku tersebut hanya berisikan tiga lembar. Hari kemarin, hari ini dan hari esok. Betapa hebat hari kemarin itu telah berlalu. Tidak ada satupun yang dapat kita lakukan untuk mengubah sesuatu yang telah berlalu. Hari esok juga diluar jangkauan kita. Jika kita ingin berhasil dalam hidup ini, kita harus menaruh perhatian kita pada apa yang sedang terjadi hari ini, sekarang, Ungkapan yang menggambarkan hari ini, sekarang, adalah modal dan sesuatu yang sangat berharga. Tidak ada apapun yang terjadi di luar hari ini atau sekarang. Tidak ada sesuatu yang terjadi di hari kemarin atau hari esok. Semua terjadi di hari ini, sekarang Pusatkan pikiran, tenaga, talenta pada hari ini. Badan kita kadangkala berada pada hari ini, tetapi pikiran kita mengambang kemana-mana. Jika kita hidup di hari kemarin atau esok, kita mengambil keputusan dan tindakan yang diwarnai ketakutan. Takut akan apa yang telah terjadi atau akan apa yang akan terjadi.Jangan melamun, lakukan sesuatu sekarang. Ingat bahwa menunda-nunda, adalah kebiasaan yang dapat menghambat kita melakukan sesuatu sekarang. Kita harus mendaftarkan semua tugas dan berilah peringkat mana yang harus dikerjakan lebih dahulu, lalu pegang teguh jadwal itu sebaik-baiknya. Untuk melakukan sesuatu sekarang, kita juga harus mengejar tujuan, walaupun kita bosan, patah semangat atau perhatian kita teralihkan, tetapi maju terus. Sering kali orang sibuk dengan impian, Keingina dan ambisinya karena saking terlenanya dan selalu berkata Akan masih ada waktu “nanti” jadi lebih baik ditunda saja dulu. sebenarnya tidak ada gunanya untuk menunda hingga Nanti, besok atau lusa, keputusannya memang ada di tangan anda tapi waktu yang kita pilih juga menentukan. Tentunya perubahan yang akan kita lakukan Lakukan sekarang!

Apa yang Anda tabur itulah yang anda Tuai

•19 Februari, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Segala Sesuatu Diciptakan oleh Pikiran Segala Pikiran kita sangat penting sehingga kita harus waspada agar pikiran kita selalu baik; cara demikian lebih baik karena pikiran adalah alat bagi perwujudan fisik dari semua benda di alam semesta. Jika terlalu kuat, akan segera terwujud, jika tidak cukup kuat, maka akan membutuhkan beberapa waktu untuk mewujudkannya, dan jika terlalu lama, kita akan melupakannya. Kita akan berpikir sesuatu terjadi secara tersendiri, tidak ada sangkut pautnya dengan pikiran kita, tetapi sebenarnya sesuatu terjadi karena pikiran kita sehingga itu dapat terjadi. Itulah yang dimaksud dengan apa yang anda tabur , itulah yang akan Anda tuai

cita-cita atau mimpi hari esok ditentukan oleh semua yang anda lakukan hari ini, hari ini sebagai persiapan untuk hari esok.Apa saja yang Anda lakukan hari ini anda sedang mempersiapkan diri untuk sesuatu. cara anda menjalani kehidupan anda hari ini mempersiapkan anda untuk hari esok anda. sukses atau gagal.

Tidak mungkin anda menanam biji salak dan mengharapkan akan menuai buah mangga,coba fikirkan sejenak hal ini. Saya nikmati saja kesenangan saya sendiri lalu pergi. Beberapa orang di antara kita mungkin memiliki waktu lebih panjang dibandingkan dengan yang lain. Tetapi tak seorangpun diantara kita mendapatkan lebih dari 24 jam per hari. Maksud saya menjelaskan hal itu adalah selagi masih muda dan memiliki banyak waktu luang, kita harus pandai memanfaatkan waktu lebih bijaksana supaya dapat memberikan lebih banyak manfaat.

Ada tigal hal dalam hidup ini yang tidak akan pernah kembali, setelah ia terlewatkan; Waktu, kesempatan dan kata2 kata yang telah diucapkan. Itulah sebabnya perlu kita sadari bahwa kesmepatan tidak pernah datang dua kali, penyelsalan selalu datang belakangan.Sekalai lagi, cara hidup anda hari ini, sikap, respon, pola berpikir, pilihan-pilihan, karakter, kebisaan anda hari ini menentukan hari esok anda. Selamat menjalani hari ini dan menjadi orang yang berbahagia dan membahagiakan orang2 disekeliling anda dengan menyadari bahwa siapa anda esok ditentukan oleh siapa anda hari ini.

Yang perlu anda ingat adalah ketika anda menabur akan ada proses pertumbuhan dan hal itu memerlukan waktu dan upaya. Jika kita ingin misalnya dapat bermain gitar, maka kita harus melalui proses belajar dan latihan terus menerus agar kita dapat menguasai cara bagaimana memetik senar dengan dengan baik. Demikian pula jika kita ingin memiliki relasi atau hubungan yang harmonis, kita memerlukan waktu untuk membina hubungan tersebut. Jika dikatakan bahwa perubahan andalah tanda pertumbuhan, maka agar kita dapat berubah maka kita harus bertumbuh melalui proses belajar yang kita lakukan seumur hidup.

apapun yang anda lakukan, anda sedang menabur untuk diri anda sendiri dan anda lah yang akan menuai hasilnya. Jadi, berikanlah yang terbaik dalam setiap hal yang anda lakukan. maka lakukan yang terbaik hari ini, tanamkan usaha maksimal anda untuk menuai keberhasilan esok hari….

Hidup adalah Anugerah.

•17 Februari, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi kekasihnya hanya jika dia bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya. Kekasihnya bertanya, “Sekarang kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta. Dia menolak untuk menikah dengannya.

Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian menulis sepucuk surat singkat kepada gadis itu, “Sayangku, tolong jaga baik-baik mata saya.”

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah . Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

Hidup adalah anugerah

Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar -
Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.

Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu -
Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau isterimu -
Ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.

Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu -
Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke surga.

Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu -
Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.

Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai -
Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan.

Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh -
Ingatlah akan seseorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.

Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu -
Ingatlah akan para pengangguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.

Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain -
Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan.

Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu -
Pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.

Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan isilah itu.

NIKMATILAH SETIAP SAAT DALAM HIDUPMU, KARENA MUNGKIN ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI!

Jangan Menyerah

•16 Februari, 2009 • 1 Komentar

Alkisah, tersebutlah seorang pria yang putus asa dan ingin meninggalkan segalanya.
Meninggalkan pekerjaan, hubungan, dan berhenti hidup.
Ia lalu pergi ke hutan untuk bicara yang terakhir kalinya dengan Tuhan Sang Maha Pencipta.

“Tuhan,” katanya. “Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yang baik
untuk jangan berhenti hidup dan menyerah ?”

Jawaban Tuhan sangat mengejutkan.

“Coba lihat ke sekitarmu. Apakah kamu melihat pakis dan bambu ?”.

“Ya,” jawab pria itu.

“Ketika menanam benih pakis dan benih bambu, Aku merawat keduanya secara sangat baik.
Aku memberi keduanya cahaya. Memberikan air. Pakis tumbuh cepat di bumi.
Daunnya yang hijau segar menutupi permukaan tanah hutan.
Sementara itu, benih bambu tidak menghasilkan apapun.
Tapi Aku tidak menyerah.

“Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin subur dan banyak,
tapi belum ada juga yang muncul dari benih bambu.
Tapi Aku tidak menyerah.

“Di tahun ketiga, benih bambu belum juga memunculkan sesuatu.
Tapi Aku tidak menyerah.

Di tahun ke-4, masih juga belum ada apapun dari benih bambu.
Aku tidak menyerah,” kataNya.

“Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil.
Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna.
Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki.
Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun.
Akar ini membuat bambu kuat dan memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup.

Aku tak akan memberi cobaan yang tak sangup diatasi ciptaan-Ku, “kata Tuhan kepada pria itu.

“Tahukah kamu, di saat menghadapi semua kesulitan dan perjuangan berat ini,
kamu sebenarnya menumbuhkan akar-akar?”

“Aku tidak meninggalkan bambu itu. Aku juga tak akan meninggalkanmu.”

“Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain,” kata Tuhan.
“Bambu mempunyai tujuan yang beda dengan pakis. Tapi keduanya membuat hutan menjadi indah.”

“Waktumu akan datang. Kamu akan menanjak dan menjulang tinggi.”

“Saya akan menjulang setinggi apa ?” tanya pria itu.

“Setinggi apa pohon bambu bisa menjulang?” tanya Tuhan

“Setinggi yang bisa dicapainya,” jawab pria itu.

“Ya, benar! Agungkan dan muliakan nama-Ku dengan menjadi yang terbaik,
meraih yang tertinggi sesuai kemampuanmu,” kata Tuhan.

Pria itu lalu meninggalkan hutan dan mengisahkan pengalaman hidup yang berharga ini.

Hello world!

•29 September, 2008 • 1 Komentar

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!